MULYA AGUNG, LAMBETURAHNEWS – DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Banyuasin melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk pupuk organik, saat ini baru menghasilkan sekitar 40 – 60 Kg pupuk organik per bulan, karena belum banyaknya Bank sampah yang bekerjasama. Pengelolahan sampah organik ini terus kami sosialisasikan kepada masyarakat. Saat ini baru ada 5 sekolah yang bekerjasama dengan kami.
“Baru ada 5 sekolah yang bekerjasama dengan kami, insyaallah kedepannya akan terus bertambah,” ujar Kristo Mahi Wijayanto kepada awak media saat launching pengolahan sampah Organik Menggunakan Teknologi Biowash, Jum’at (3/10/2025)

Pengolahan sampah organik ini bertujuan untuk mengurangi sampah organik yang ada di kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Proses pengolahan sampah organik menggunakan teknologi Biowash menjadi pupuk organik ini melibatkan pemisahan, pengolahan, dan fermentasi bahan organik, yang kemudian diubah menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertanian atau penghijauan.
Dengan keberhasilan ini, DLH Banyuasin tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Pupuk kompos yang dihasilkan dapat dijual atau digunakan dalam berbagai program penghijauan di kabupaten Banyuasin.
Inisiatif ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan sampah di perkotaan, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam pengelolaan sampah mereka.
